No comment yet

Every picture tells a story

Kamu percaya gak. Sebuah foto bisa mengingatkan kita pada peristiwa yang sudah berlalu, bahkan walaupun sudah bertahun-tahun lamanya. Setiap detailnya kita ingat, setiap sudut peristiwa seakan muncul kembali dalam memori kita. Bagaimana saat itu kita tertawa lepas seolah tanpa beban. Bagaimana perasaan kita kala itu, semua seakan dihadirkan kembali dalam sebuah bingkai kenangan. Cuma ini mungkin yang tersisa dari perjalanan kita. Dimana setiap kenangan menghasilkan gambar yang berbeda. Disetiap akhir yang kita inginkan selalu selamanya, namun yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebuah perpisahan. Lantas, banyak pertanyaan yang muncul diotakku. Apakah semua kenangan itu hanya berbekas pada sebuah gambar?

Banyak foto-foto yang masih aku simpan hingga saat ini, dari masa kecil hingga menjadi seperti sekarang. Siapa yang sangka jika perjalanan waktu banyak merubah kita. Siapa yang sangka jika akhirnya aku harus tersesat ke Jogjakarta. Seakan semuanya mustahil jika teringat bagaimana kita kala itu. Kita lantas menenukan kembali atmosphir yang telah hilang beberapa tahun silam. Menghadirkannya dalam bentuk kerinduan dihati, memori otak pun seolah memutar film yang pernah kita mainkan kala itu. Seandainya semuanya bisa terulang kembali.

Everthing, lembaran kisah hidup kita hanya tersimpan dalam album foto usang. Dimana didalamnya banyak cerita, banyak tawa, air mata, semuanya ada. Harapan untuk berjumpa pun hanya sebatas rindu. Sebuah kebodohan hanya berupa penyesalan panjang. Sebuah masalalu tak kan pernah tergadai. Karna kita yang menjalaninya, kita yang tau seluk beluk awal dan akhir, pertemuan dan perpisahan...

-setiap gambar punya cerita-
No comment yet

holideiiiii...!!!!!!

Dari kemarin pingin banget nulis blog, tapi serba salah..setiap udah nulis pasti ujung-ujungnya dihapus. Soalnya bingung sama apa yang mau ditulis. Banyak inspirasi yang masuk tapi aku masih bingung dan takut untuk mengungkapkannya.

Eniwei, aku lagi liburan sekarang. akhirnya setelah sekian lama bisa ketemu juga sama Bunda.Kondisi dirumah jauh beda sama dikos. Kalau dirumah sekarang ini aku lagi disibukkan dengan merawat bayi umur 9 bulan. Dan kerjaan ini luar biasa capek banget plus harus ekstra sabar. Jatah tidurku harus rela dikurangi demi dia. Tapi gak apa-apa deh, aku seneng banget.
Setiap aku pulang, pasti aku bisa nemuin ketenangan batin yang gak bisa aku temuin kalo lagi dijogja. Yang sedih-sedih dan all penyakit hati bisa sembuh kalo aku udah dirumah. Tapi gak tau lagi sih nanti kalo udah balik kejogja. Pasti penyakit hati ini bakalan kambuh lagi.

Bulan agustus ini mungkin adalah bulan bersejarah buat aku. Karena entah tanpa disengaja aku ketemu sama seseorang. Sebenarnya bukan tanpa disengaja sih, bukannya setiap yang terjadi didunia ini tidak ada yang kebetulan yaa??
Aku ketemu dia, orang yang 'mungkin' terlihat biasa-biasa saja. Tapi ketika diselami banyak hal yang bisa aku dapat dari dia. Salah satunya hatiku sedikit terbuka. Awalnya aku ragu, mungkin aku gak pantas dapet yang lebih baik dari sebelumnya. Karena aku pun juga bukan orang baik. Tapi aku juga gak bisa terus-terusan menunggu dan menunggu tanpa kepastian...Life must goes on, ada yang datang dan pasti ada yang pergi. Kadang aku takut kalo keputusanku ini bikin orang sakit hati, tapi bukannya aku juga sering disakiti sama dia?? Sedangkan dia juga gak pernah mikir gimana perasaanku selama setahun lebih ini…so, ya sudahlah. Mungkin ini waktunya memperbaiki semuanya. Mungkin kami berdua memang benar-benar Cuma ditakdirkan sebagai teman.
Satu yang aku dapat dari dia...."ketika seseorang berani mencintai maka dia juga harus berani mengambil resiko untuk saling mengerti dan melengkapi."
Melengkapi separuh hidup dia yang masih kosong. Melengkapi 'sendiri' menjadi 'berdua'...bukan menjadi ‘tiga’.

Akhir-akhir ini hatiku terasa penuh. Bahkan tanpa bicarapun orang akan tau kalo aku sedang bahagia. Terimakasih Allah, semoga ini awal yang baik untukku :D
No comment yet

SKS, Sistem Kebut Semalam!

Nilai-nilai sudah hampir keluar semua. Dan saya belum menemukan taste dari semester 4 ini, atau bisa dibilang juga tastenya terasa pahit. Hmmm...IP saya loncat-loncat, entah harus bersyukur atau menangis, tapi inilah usaha saya. Sudah maksimal atau belum saya juga gak tau tapi yang jelas saya sempat gak punya energi waktu uas itu datang. Sama juga seperti semester 3 kemarin, ada event pramunas dan saya harus merelakan nilai AFK saya...merah!Jujur saya akui saya memang 'nol' soal analisis yang begituan.
Dan disemester 4 ini saya terpaksa mengulang mata kuliah yang sama dengan harapan saya bisa mengangkat nilai. Tapi nyatanya nilai saya ya hanya segitu. Mau mengulang di SP tapi kok SKSnya sudah mentok.Hmmm...benar-benar dilema besar! Entah saya yang bodah atau mata kuliah difarmasi yang terlewat susah. Sempat saya berfikir bahwa saya salah masuk jurusan, tapi semua yang sudah berjalan 2 tahun tidak mungkin saya tinggalkan. Terlebih farmasi punya kenangan tersendiri dihati saya. Jadi ya sudah, saya lanjutkan saja. Toh yang jatuh seperti ini bukan cuma saya, mungkin hampir 80% mahasiswa farmasi yang merelakan liburannya demi ikut SP. Sudah bisa dibaca bahwa mereka punya nilai yang jelek sama seperti saya.

Harapan saya gak muluk-muluk kok. Saya gak punya cita-cita setinggi langit. Cita-cita saya cuma ingin bahagia kelak dan menjadi diri saya sendiri yang tidak tergantung orang tua dan suami. Sekarang saya realistis aja. Ternyata gak mudah mewujudkan cita-cita ketika kita masih SD. Bahkan jalannya pun harus belok-belok sebelum akhirnya saya bilang "It's the real me!". Tapi saya percaya 5centimeter di depan mata saya. Semuanya akan terasa mudah kalau setiap detik kita melihat apa yang kita inginkan. Karena yang diperlukan cuma...
"cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya"
"Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja.."
"Serta mulut yang akan selalu berdoa" (5cm.)


Banyak orang yang lebih pintar dari saya tapi belum tentu juga mereka lebih beruntung daripada saya. Ada yang bilang orang disebut sukses itu kalau dia berhasil diumur 40 tahun. Jadi IP jelek atau bagus itu hanya sepersekian dari yang disebut 'sukses'. Tapi nasib juga bukan penentu segalanya, itu rahasia Allah, dan saya juga gak tau apakah takdir yang digariskan untuk saya tergolong 'beruntung'??wallahualam...
saya hanya ingin melakukan hal yang terbaik hari ini. Saya takut memikirkan masa depan yang masih buram, bahkan terlihat samar pun tidak. Saya yakin, saya cuma memainkan peran yang skenarionya sudah tertulis dan jalan ceritanya sudah pasti. Saya hanya ingin memainkan peran yang baik. Itu saja.

Semangat buat semester pendek ini, dan semester-semester yang akan datang. Jika pintu satu sudah tertutup bukan berarti tidak ada pintu lain yang bisa kita lewati.
Untuk warna-warni yang ada pada nilai saya, hahaha...saya gak tau harus berkomentar apa, tapi semoga semester pendek ini bisa merubah warna merah menjadi hitam. amin.