No comment yet

aku dimatamu

Air mata itu asin rasanya bukan pahit..
sementara ucapan tajam bagai mata pisau yang siap merobek hati..
Apa rasanya jika kamu terluka oleh ucapan seseorang lalu kamu menangis. perih. Bagaikan luka yang belum sembuh kamu siram air garam.

Siang ini lagi. Semacam dicoreng mukaku, semacam tak dihargai. kamu bilang aku kayak anak kecil. Tapi kamu yang sudah dewasa, belajar untuk menghargai pun tidak. Kamu bilang hinaanmu itu bentuk dari cintamu. Tapi bagiku bukan, hinaan tetap hinaan. Dan sampai kapan pun hinaan akan tetap menyakitkan.

Mengunggumu bukan hal yang menyenangkan lagi bagiku. Karena ternyata kamu lebih senang mengulur waktu untuk tidak bertemu denganku, ketimbang harus datang tepat waktu seperti dulu. Ya, semua memang sudah berbeda, tidak lebih baik ataupun stagnan seperti dulu. Apa ini rasanya jika hubungan sudah berjalan cukup lama. Apa ini yang dulu kamu bilang kamu sedang jenuh? Kamu bilang aku gak bisa ngasih sesuatu yang baru buat kamu? Aku harus lakuin apa. Sementara kamu lebih sibuk dengan urusanmu sendiri, lebih sering nyimpen masalah kamu sendiri daripada kamu share sama aku. Apa salahnya coba buat aku ngerti dikit aja.

Sekarang semuanya udah cukup buat aku ngerti. Tergantung dan terlalu percaya pada orang lain terkadang memang menyakitkan. Karna ternyata orang baik memang relatif dari mata siapa yang memandang.

Seandainya kamu bisa lebih mengerti. Betapa aku melihat kekuranganmu sebagai keunikan dan bagian dari dirimu. Betapa aku mencoba untuk mengerti bahwa setiap pribadi mempunyai keterbatasan yang tidak bisa ditembus dengan 'usaha'
1 comment

How about??


Entah apa penyebabnya. seseorang terkadang merasa jengah dengan semuanya.
Merasa jengah dengan kehidupannya.
Ingin berlari dan menembus ketidakwarasan
Ingin menembus batas waktu
Ingin melepas keterikatan dari sebuah kewajiban
Semua orang tau itu. Ini namanya jengah!!

Kamu tau apa artinya itu??
ketika yang kita jalani tak lagi berasa.
Ketika kita berjalan tanpa rasa, tanpa keinginan untuk mempercepat langkah..
Namun disatu sisi kamu terus didesak untuk terus berlari
No comment yet

karna kita berbeda?

sambil menulis sambil ku ingat-ingat betul bagaimana proses itu terjadi. Perkenalan perpisahan bagaikan roda yang terus berputar. Seperti satu paket yang tak terpisahkan. bagaimana ini bisa terjadi? semua bisa terjadi. Dengan cara apapun semua yang kita anggap tak mungkin menjadi mungkin. Hal yang paling kuanggap mustahil kala itu, kini terjadi.ketegaran adalah kuncinya, ketika kita tak dapat lagi menolak apa yang saat ini menimpa kita.

Jadikan semua ini pelajaran untuk bisa lebih baik lagi, kata bunda. Akhirnya aku bisa lebih menerima, mungkin semua ini terjadi karena keterbatasanku. Tak ada lagi kekuatan untuk menyangkal apa yang terjadi, dan tak punya daya lagi untuk membela diri. Memang itu kenyataannya, semua terjadi karena diriku. Dalam prosesnya mungkin kamu banyak mengajariku tentang arti ketulusan, dan sekarang puncaknya. ketika kamu merasa aku tak banyak memberikan kontribusi untuk hidupmu. kita berakhir.

Beginilah cinta, ketika kita merasa tak sejalan lagi kita lebih memilih untuk mengakhiri ketimbang memperbaiki. Mungkin ini caramu untuk memperbaiki semua. aku terima kini aku lebih ikhlas walaupun jalan untuk tetap bersama kian menipis. kamu harus tau bagaimana rasa ini tetap ada disana dan mungkin akan tetap aku jaga selamanya. Aku sudah berjanji pintu hatiku mungkin sudah tertutup untuk orang lain dan aku gak yakin apakah ada orang lain yang mampu untuk membukanya. semua ini mungkin berubah tapi rasa tak kan berdusta.





Rasanya aku gak akan bisa ngelupain kamu.