No comment yet

mau kemana kamu setelah ini??

sibuknya akhir-akhir ini. Bikin otak butek ga bisa nulis blog.
hahaha...masalah emang selalu kejam dateng gitu aja, dan anehnya, aku slalu gak bisa easy going tiap masalah itu setia dateng dihidupku.
Meskipun sering banget aku koar-koar di FB;life must goes on..masalah jangan diambil pusing.
tapi tetep aja semuanya kayak benalu.
kayaknya ga asik aja gitu loh kalo masalah gak dateng sehari aja.
pengen rasanya gitu sehariii aja gak usah mikirin yang namanya laporan, praktikum, quiz, bahkan hal yang sepele pun, bisa ga sih sehari aja berenti mikirin hari ini mau makan dimana??hahaha..
But it's imposible maybe, hidup itu aja mungkin udah masalah.

beberapa hari yang lalu aku bareng Ana pergi ke daerah Timoho buat nganterin proposal PRAMUNAS ISMAFARSI. Jujur, baru pertama kali ini aku pergi kedaerah itu selama setaun aku dijogja. Ada hal yang aneh ketika tiba-tiba aku melihat sederet kampus yang baru aja aku temui. Mulai dari UIN, UST, UTY, GUNADHARMA, dan masih banyak lagi dan untungnya gak sempet aku catet. Kaget sumpah, karna ternyata kampus di jogja itu gak hanya UGM, UMY, UNY, UII, UPN.Kayak yang ada disepanjang ring road ini.
Trus tiba-tiba aja aku mikir, kampus sebanyak ini tiap taun pasti ngeluarin mahasiswa yang asli banyak yang bodoh tapi pasti banyak yang pinter juga. Trus aku mo jadi apa di Indonesia ini setelah aku lulus farmasi??
apa cuma akan menambah list pengangguran di Indonesia??
atau aku akan menemukan suatu lapangan pekerjaan yang nantinya bisa bantu orang-orang kecil??
ya setidaknya jadi orang yang bergunalah..
hahaha...tambah ribet masalahnya kalo udah mikirn hal yang kayak gini.

Guys, ada gak sih kekhawatiran di hati kalian. Ada gak pikiran yang bikin kalian gak bisa tidur.
Karna jujur aja nih, aku bukan termasuk mahasiswa pinter yang IPK nya 3,5 lebih. Trus aku bisa apa dengan IP yang pas-pasan.

Kita gak tau ya rahasia Allah ( pasti ujung-ujungnya balik lagi kesitu).
ya iya, gimana lagi coba kalo kita gakpasrahkan diri aja sama yang Maha tau,bukan maha bodoh kayak kita tapi blagunya amit-amit.

Aku berharap, aku gak ingin punya hidup yang terlalu berbelok-belok kayak di sinetron-sinetron itu. Aku pengen hidup yang lurus-lurus aja, bahagia, lalu masuk surga.
hahaha...
gak salah kan kalo punya harapan seperti itu..

Kayak yang aku lakuin sore ini,gagal buat ikutan praktikum anfismen. Akhirnya malah bantu-bantu sinu ngelem brosur buat seminar nasional nanti. Pekerjaan yang sepele tapi mungkin bisa menuntun kita buat masuk surga. amin. hehehe...

Dan sekarang, aku musti belajar double buat besok. Buat praktikum yang ke 2 kalinya dan buat quiz anfismen..
Aku harap banget banget, semoga berhasil. Wish me luck(",)
No comment yet

jika mau, kita bisa!

akhir-akhir ini aku lagi seneng banget baca blognya radiyta dika, dewi lestari, dan dian sastrowardoyo. bahasa yang mereka gunakan dalam blog itu mudah banget dipahami, ringan, dan tentu aja menghibur.
yang aku suka, mereka itu punya 'voice' sendiri. seperti yang radiyta dika bilang, seorang penulis itu harus punya ciri khas tersendiri, yaitu 'voice' dari yang dia tulis itu. bener juga sih menurut aku, setelah baca beberapa blog. rata-rata dari penulis blog itu punya ciri khas tersendiri untuk gaya menulis mereka. jadi pembaca pun gak akan bosen.

bahasa yang mereka gunakan pun mengalir gitu aja, ga begitu berat, dan tentu aja juga mudah banget dipahami. yang menarik lagi dari blog tersebut adalah cara mereka menginformasikan kepada pembaca agar pembaca pun larut dalam tulisan yang mereka buat. jadi blog itu gak hanya sekedar catatan harian seorang anak sekolahan, tapi blog itu juga berisi informasi yang mereka dapatkan. Gak hanya sekedar catatan terhadap apa yang mereka lalui hari ini. tapi lebih kepada makna dan informasi yang ingin mereka bagi.

setelah aku pikir-pikir, menulis itu gak mudah. bahkan hanya untuk mendokumentasikan apa yang terjadi dengan kita hari ini, itu susah banget.sempet mikir, apa sebenernya menulis itu termasuk bakat??
ato sebenarnya setiap orang bisa nulis, hanya saja butuh waktu untuk terus belajar dan belajar...

aku kagum banget sama orang yang bisa nulis buku yang tebelnya banget banget...
tapi ketika kita baca, mengalir gitu aja, bahkan gak berasa kalo buku itu tebelnya minta ampun. kayak bukunya herpot gitu, atau paling gak tetralogi laskar pelanginya Andrea Hirata.
beda banget sama buku pelajaran, atau hand out kuliah yang meskipun cuma 2 lembar males banget kita baca.
kalo aku pikir-pikir sih itu tergantung dari gaya bahasa yang mereka gunakan, coba aja materi kuliah itu dikemas lebih menarik lagi, atau setidaknya bahasa yang digunakan jangan terlalu ribet.

for the last, untuk mendapatkan 'taste' dari apa yang kita tulis butuh banyak belajar. sesuatu gak bisa diraih gitu aja,perlu usaha.

hoby buka-buka blog orang yang lebih pinter dari kita kayaknya gak masalah deh, yang penting niat kita untuk belajar. bukan bermaksud buat memplagiat.

dikutip dari blognya Dian Sastro "Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh" (Herry Tjahjono).
No comment yet

kembali untukMU

lagi dengerin lagunya kotak "kembali untukmu"

"sendiri, bertanya dihati, akankah semuanya akan abadi??"

"ku yakini nikmat yang kau beri, sgalanya padaMu kan kembali"

"ku pejamkan sejenak mataku,

ku buka hatiku sebelum kukembali..."

ada akhir dari setiap yang kita jalani, begitu mungkin...

merasa sangat jauh denganNYA akhir-akhir ini,menduakanNYA dengan yang lain.

mengkhianati semua yang telah DIA beri, dengan sesuatu yang tak abadi.

sesuatu yang menyakiti,

sesuatu yang ketika ku mendekat, ia menjauh.

sesungguhnya hati ini milikmu,

engkau yang membuat hati ini tenang,

engkau yang membuat hati ini bahagia

dan engkau juga yang membuat hati ini bersedih,

engkau yang maha pembolak balik hati,




masih bisakah ku kembali untukMU??